Sosialisasi Pemanfaatan Sektor Jasa dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Yogyakarta, 12 April 2018 –  Kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Sektor Jasa dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diselenggarakan dengan tujuan untuk melihat sejauh mana Integrasi ekonomi ASEAN tersebut akan berdampak bagi perekonomian Indonesia, salah satunya pada sektor jasa, yang terkait erat dengan ekonomi digital. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 April 2018 bertempat di Auditorium FISIPOL Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Kemitraan, Alumni dan Urusan Internasional Universitas Gadjah Mada dan oleh Ketua Pelaksana yakni Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian.  Peserta yang hadir pada kegiatan tersebut merupakan perwakilan pemerintah pusat dan dari daerah D.I. Yogyakarta serta Jawa Tengah, mahasiswa, serta asosiasi pengusaha di daerah tersebut.

Sosialisasi Pemanfaatan Sektor Jasa dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Dalam Sosialisasi tersebut menghadirkan 3 pembicara yakni Prof. Catur Sugianto (Pakar Ekonomi dari UGM), Devi Ariyani (Perwakilan dari Indonesia Services Dialogue), dan Dr. Rizal Affandi Lukman (Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kemenko Perekonomian).

Prof. Catur menggarisbawahi bahwa jika melihat standar pendidikan atau jenjang pendidikan di ASEAN saat ini telah  memiliki level yang relatif sama. Tingkagt Indonesia dalam hal Higher Education dan training relative cukup baik yaitu skor yang didapatkan 4.5 sedangkan  Labour Market Efficiency skor yang didapatkan 3.9 per 7. Ibu Devi Ariyani dari perwakilan dari ISD menambahkan perlu adanya penguatan sektor Sumber Daya Manusia yang ramah dengan dunia digital dimana perlu kolaborasi dari berbagai stakeholder sehingga teknologi dapat dimanfaatkan sebagai percepatan pembangungan. Ibu Devi Ariyani juga menekankan arti pentingnya pelibatan pelaku usaha sektor jasa dalam implementasi kebijakan ekonomi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN. Cukup banyak best practices dari para pelaku usaha di bidang jasa yang bisa menjadi role model bagi pelaku usaha yang lainnya, terutama bagi pemula.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional menegaskan saat ini telah disepakati 8 MRA yakni insinyur, dokter, dokter gigi, perawat, akuntan, pariwisata dan surveyor serta tenaga pariwisata. Kemudian dalam konteks AFAS, saat ini memasuki putaran 10 dengan 128 SS dan FEP 70% diperluas menjadi ATISA. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi proses integrasi yang cukup baik sehingga memberikan peluang baik bagi ASEAN.

Kegiatan sosialisasi tersebut disambut dengan sangat baik dengan melihat antusiasme dari peserta yang hadir dan memberikan beberapa pertanyaan sehingga tercipta alur diskusi yang cukup baik.