Sosialisasi Pemanfaatan Perjanjian E Commerce ASEAN bagi Pelaku Bisnis di Daerah dan Sosialisasi Penyusunan Kerangka Ekonomi Digital di Wilayah IMT-GT

Bandar Lampung, 25 April 2019 – telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Perjanjian E-Commerce ASEAN bagi Pelaku Bisnis di Daerah dan Sosialisasi Penyusunan Kerangka Ekonomi Digital di Wilayah IMT-GT di Hotel Aston City. Perjanjian ASEAN E-Commerce yang baru disepakati bersama oleh negara-negara Asia Tenggara dipercaya dapat memberikan dampak positif bagi sektor perdagangan, oleh karena itu penting disampaikan kepada para pelaku bisnis di Indonesia terutama industri lokal untuk memanfaatkan perjanjian E-Commerce. Kota Bandar Lampung dipilih dengan pertimbangan bahwa Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang laju pertumbuhannya paling rendah dari provinsi lain di Indonesia yang masuk dalam skema daerah perjanjian Kerjasama Ekonomi Sub Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).


Kegiatan Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Bu Theresia Sormin yang merupakan Staf Ahli Gubernur bidang keuangan ekonomi dan pembangunan. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 150 orang. Para undangan yang berasal dari perwakilan Kementerian dan Lembaga, Pemerintah daerah Universitas antara lain, Kementerian Sekretaris Negara, Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, Provinsi Jambi, Universitas Lampung, Universitas PGRI Lampung, serta entertainer dari kalangan mahasiswa. Sosialisasi ini juga dihadiri oleh perwakilan Jaringan Pengusaha Nasional.
Beberapa pembicara yang meramaikan acara Sosialiasi kali ini antara lain Ibu Netty Muharni selaku Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional dan materi disampaikan oleh beberapa narasumber antara lain Bapak Rosihan (Deputi IV – Kemenko Perekonomian), Bapak Bobby Irawan (Bappeda Provinsi Lampung), Bapak Widiyanto Saputro (Jaringan Pengusaha Nasional), Bapak Dr. Arif Sugiyono (Administrasi Bisnis FISIP Universitas Lampung), Bapak Sabri Rasyid (Telkom Indonesia), dan Bapak Denden (Kementerian Komunikasi dan Informatika).
Dalam sosialisasi ini dijelaskan Pentingnya digitalisasi pemasaran produk untuk memperluas target pasar hasil olahan atau produksi barang. Namun demikian bukan berarti digitalisasi menghilangkan strategi pemasaran tradisional karena digitalisasi berfungsi untuk menambah, memperluas jaringan pemasaran yang sebelumnya sudah ada. Dengan kata lain produk yang seblumnya dijual secara offline harus mulai dipasarkan juga secara online, sebaliknya produk yang sebelumnya dijual secara online perlu untuk melakukan offline guna membentuk basis pasarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut disambut dengan sangat baik dengan melihat antusiasme dari peserta yang hadir dan memberikan beberapa pertanyaan sehingga tercipta alur diskusi yang cukup baik