Sosialisasi “Pemanfaatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bagi Pengembangan Ekonomi Daerah”

23 Februari 2018 – Bertempat di Ballroom Krakatoa, Hotel Grage Bengkulu telah diadakan Sosialisasi “Pemanfaatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bagi Pengembangan Ekonomi Daerah”. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan dimoderatori oleh Dr. Alexander C. Chandra, Associate Fellow, The Habibie Center.

Sosialisasi “Pemanfaatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bagi Pengembangan Ekonomi Daerah”

Hadir dalam sosialisasi tersebut empat narasumber yakni Netty Muharni, selaku Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Donna Gultom, selaku Direktur Perundingan ASEAN, Kementerian Perdagangan; Lokot Ahmad Enda, selaku Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional 1, Kementerian Pariwisata; serta Trisna Anggraini, Wakil Ketua Umum bidang UKM, Koperasi Industri Kreatif mewakili Ketua Umum KADIN Bengkulu dan dihadiri perwakilan dari berbagai instansi baik pusat maupun daerah, pengusaha serta akademisi.

Dengan pemaparan dari para pembicara yang mewakili beberapa kalangan stakeholder, kegiatan tersebut diharapkan dapat melihat sejauh mana pemanfaatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bagi pengembangan ekonomi daerah. Asdep Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional menegaskan bahwa saat ini ASEAN terus berupaya meningkatkan kerja sama dengan negara-negara mitranya untuk pengembangan akses pasar bagi produk-produk eskpor. Berdasarkan kondisi tersebut, ini merupakan peluang bagi daerah-daerah di Indonesia untuk mengembangkan produk-produk yang berkualitas dan berstandar internasional sehingga kinerjaperekonomian di bidang ekspor bisa ditingkatkan. Selain itu, Indonesia juga punya keunggulan komparatif yaitu memiliki bonus demografi yang paling besar diantara negara ASEAN.

Mengutip dari pemaparan Direktur Perundingan ASEAN bahwa Ekspor Indonesia itu berasal dari daerah-daerah dan saat ini kita telah berada di era globalisasi yang persaiangannya semakin ketat sehingga peningkatan daya saing nasional dan daerah adalah kunci dari kemajuan Indonesia. Selain itu pengembangan sector pariwisata di daerah juga menjadi sebuah kekuatan untuk meningkatkan daya saing. Seperti yang dijelaskan oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata bahwa Pariwisata Indonesia pertumbuhannya 22% pada tahun 2016. Untuk itu jika pola pengembangan daerah dapat dilakukan sejalan dengan Blue Print MEA 2025 diharapkan akan terjadi peningkatan ekonomi daerah yang cepat dan  Provinsi Bengkulu bisa menjadi salah satu contoh atau model bagi daerah lain dalam pemanfaatan MEA untuk pengembangan daerah melalui produk ekspor dan pariwisatanya.