Pernyataan Bersama Menteri RCEP pada Intersessional Ministerial Meeting ke-7 di Siem Reap, Kamboja, Tanggal 2 Maret 2019

Jakarta, 4 Maret 2019, AEC Council Indonesia. Para Menteri dari 16 Negara Peserta RCEP (RPC) menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Intersessional ke-7 RCEP yang diadakan pada tanggal 2 Maret 2019 di Siem Reap, Kamboja. Pertemuan dibuka oleh Samdech Akka Moha Sena Padei Techo. HUN SEN, Perdana Menteri Kerajaan Kamboja dan diketuai oleh H.E. Chutima Bunyapraphasara, Wakil Menteri Perdagangan yang juga Penjabat Menteri Perdagangan Thailand, meninjau perkembangan sejak KTT RCEP ke-2 pada tanggal 14 November 2018 di Singapura, khususnya hasil Pertemuan  Special TNC ke-2 yang diadakan pada 25-26 Januari 2019 di Jakarta, Indonesia , dan Pertemuan Trade Negotiating Committee (TNC) RCEP ke-25 dan Pertemuan Terkait yang baru saja diadakan pada 19-28 Februari 2019 di Bali, Indonesia.  Pada pertemuan tersebut, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita turut hadir mewakili Indonesia.

Keterangan: Pertemuan Intersesional Menteri RCEP ke-7 di Siem Riep, Kamboja.
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, mewakili Indonesia pada Pertemuan tersebut.
Sumber Foto: Sekretariat ASEAN, Maret 2019

Para Menteri RCEP mengingatkan para Pemimpin RCEP untuk menghasilkan perjanjian RCEP yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan pada tahun 2019, dan memutuskan untuk mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk mencapai target ini. Mereka menyampaikan apresiasi kepada TNC atas kemajuan yang baik sejauh ini terhadap akses pasar dan negosiasi berbasis teks tetapi pada saat yang sama mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memajukan kedua aspek negosiasi tersebut.

Para Menteri mendesak semua anggota RPC untuk mengatasi sensitivitas tertentu sambil bekerja menuju pencapaian hasil yang bermakna/signifikan secara komersial dan seimbang. Para Menteri tetap yakin bahwa dengan komitmen dan pragmatisme kolektif anggota, maka bab-bab dan lampiran (annex) yang akan membentuk Perjanjian RCEP dapat dihasilkan segera. Para Menteri menegaskan kembali bahwa hal tersebut adalah tanggung jawab kolektif semua anggota RPC untuk memastikan kemajuan dengan mengatasi tantangan dalam negosiasi dan menemukan solusi untuk masalah-masalah yang tersisa melalui keterlibatan yang konstruktif.

Untuk memastikan bahwa kemajuan telah dicapai dalam memenuhi mandat para Pemimpin RPC untuk disepakati pada tahun 2019, para Menteri sepakat untuk mengintensifkan keterlibatan selama sisa tahun ini, termasuk dengan mengadakan lebih banyak pertemuan antar pertemuan. Para Menteri sepakat untuk bertemu berikutnya pada Pertemuan Tingkat Menteri RCEP ke-8 yang akan diadakan pada Agustus 2019 setelah Pertemuan TNC RCEP ke-27 dan Pertemuan Terkait lainnya.