MENKO Perekonomian Pimpin DELRI dalam Pertemuan 15th AEC COUNCIL MINISTER

Pertemuan the 15th AEC Council telah berlangsung pada tanggal 12 November 2017, di JW Marriot Hotel, Manila, Filipina. Pertemuan secara resmi dibuka dan dipimpin oleh Mr. Ramon M. Lopez,selaku ASEAN Economic Community (AEC) Council Minister Filipina/Secretary Department of Trade and Industry, Filipina. Pertemuan dihadiri olehAEC Council Minister dari seluruh negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia. Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Sekretariat ASEAN, Dr. Lim Hong Hin selaku Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk AEC.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Darmin Nasution, selaku AEC Council Minister Indonesia dan didampingi oleh Enggartiasto Lukita, selaku Alternate AEC Council Minister/ASEAN Economic Minister (AEM), serta Rizal Affandi Lukman, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kemenko Perekonomian.Dalam kerja sama ASEAN, AEC Council merupakan penanggung jawab atas implementasi kerangka kerja sama ekonomi yang tertuang dalam AEC Blueprint 2025. Bidang-bidang kerja sama yang diatur AEC Blueprint 2025 mencakup sektor perdagangan, investasi, keuangan, transportasi, pariwisata, pertanian, perikanan, energi, riset dan pendidikan tinggi.

Beberapa isu yang menjadi fokus pembahasan dalam Pertemuan the 15th AEC Council adalah Perkembangan Status Priority Deliverables dari Keketuaan Filipina tahun 2017, Status Implementasi AEC Blueprint 2025 dan persetujuan dokumen AEC Council Minister to the ASEAN Leaders 2017.

Pada Pertemuan AEC ke-15 ini, AEC Council Minister, Darmin Nasution, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Filipina atas kesuksesan dan hospitality dalam Keketuaan ASEAN selama tahun 2017. Selanjutnya dirinya menyampaikan dukungannya terhadap 11 Priority DeliverablesFilipina yang terdiri atas: ASEAN Seamless Trade Facilitation (ASTFI); ASEAN-wide Self-Certification Scheme, and Strategic (FAST) Action Agenda on Investment, ASEAN Trade in Services, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Review Mechanism for AEC, Monitoring and Evaluation (M&E) AEC 2025, Launch of the Maiden Voyage of the ASEAN Roll-on Roll-off (RORO), ASEAN Inclusive Business Framework (AIBF), ASEAN’s efforts on MSME development, Women Economic Empowerment (WEE), E-Commerce, ASEAN Declaration on Innovation.

Darmin juga menyampaikan dukungan atas peluncuran RORO General Santos-Bitung yang diluncurkan oleh Presiden Duterte dan Presiden Jokowi pada bulan April 2017. Dengan peluncuran tersebut, maka akan memperkuat konektivitas maritim ASEAN.

Pada pembahasan implementasi AEC 2025, Sekretariat ASEAN melaporkan sejak disahkannya pada 1 Januari 2017, metode penghitungan tingkat integrasi ekonomi ASEAN berubah menggunakan measures AEC 2025 Monitoring and Evaluation Framework (M & E)yang berisikan AEC 2025 Consolidated Strategic Action Plan (CSAP), menggantikan metode lama AEC Scorecard 2015. AEM dan AEC Council telah melakukan endorsement terhadap CSAP pada bulan Februari 2017. Setiap tahunnya sebagian CSAP dimasukkan ke dalam Prioritas Tahunan (Annual Priorities)dan setiap Negara anggota ASEAN diharapkan dapat memenuhi Prioritas Tahunan tersebut.

Prioritas implementasi AEC tahun 2017 mencakup 118 measures, terdiri dari 52 measures 2016 dan 66 measures tahun 2017. Untuk Indonesia dan beberapa AMS lainnya measures yang harus dipenuhi hanya 117 karena measure “Implement the ASEAN Customs Transit System (ACTS) Pilot Project amongst Malaysia, Singapore and Thailand” hanya dilaksanakan oleh ketiga negara tersebut. Indonesia telah mengimplementasikan sebanyak 70 dari 117 measures (60%) dalam Prioritas Tahunan 2017 (implementasi tertinggi di ASEAN), sehingga terdapat kekurangan 47 measures (40%).