Mengenal Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa (AFAS)

Jakarta, 24 Februari 2019— ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) merupakan bentuk kerjasama untuk memcapai integrasi ekonomi ASEAN di bidang jasa. AFAS disepakati pada Pertemuan negara-negara ASEAN di Bangkok, Thailand 1995  yang  melahirkan  AFAS sebagai landasan dasar dari proses menuju liberalisasi perdagangan jasa di kawasan ASEAN. Dalam rangka meningkatkan daya saing para penyedia Jasa dan memperlancar arus jasa (free flow of services) di ASEAN telah disahkan AFAS pada KTT ke-5 ASEAN tanggal 15 Desember 1995 di Bangkok, Thailand.

Peran pentingi sektor jasa di ASEAN terlihat dari kontribusinya yang cenderung semakin meningkat pada pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sektor jasa rata-rata menyumbang 40%-50% terhadap PDB ASEAN. Sektor jasa juga merupakan sektor yang paling cepat pertumbuhannya d ASEAN. Untuk itu ASEAN memandang perlu untuk mengambil sikap mengenai kerjasama di bidang jasa (AFAS), terutama dalam menghadapi perdagangan di bidang jasa

Sektor jasa yang dikomitmenkan di dalam AFAS adalah 12 (dua belas) sektor jasa yaitu jasa bisnis; jasa distribusi; jasa komunikasi; jasa konstruksi dan teknik terkait; jasa pendidikan jasa kesehatan dan sosial; jasa lingkungan jasa pariwisata dan perjalanan; jasa rekreasi, budaya dan olah raga; jasa transportasi, dan jasa lainnya.

Perkembangan AFAS

Tujuan dari persetujuan AFAS untuk meningkatkan kerja sama di bidang jasa antar negara-negara anggota dan  untuk menghapus pembatasan-pembatasan secara substansial terhadap perdagangan jasa dengan memperluas kedalaman dan cakupan integrasi sebagaimana yang telah dilakukan oleh Negara-Negara Anggota berdasarkan Persetujuan Umum World Trade Organization (WTO) mengenai Perdagangan Jasa yang disebut dengan General Agreement on Trade in Services (GATS).  Untuk dapat memaksimalkan keuntungan dari perjanjian tersebut, Pemerintah Indonesia mengesahkan persetujuan tersebut dengan Keputusan Presiden Nomor 88 Tahun 1995 tanggal 30 Desember 1995 tentang Pengesahan ASEAN Framework Agreement on Services.

Perkembangan Protokol AFAS 1 s.d. 10 sebagai berikut:

  1. Protocol to Implement the Initial Package of Commitment under the ASEAN Framework Agreement on Services yang diratifikasi dengan Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1998 tentang Pengesahan Protocol to Implement the Initial Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services;
  2. Protocol to Implement the Second Package of Commitment under the ASEAN Framework Agreement on Services yang diratifikasi dengan Keputusan Presiden Nomor 129 Tahun 1999 tentang Pengesahan Protocol to Implement the Second Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services;
  3. Protocol to Implement the Third Package of Commitment under the ASEAN Framework Agreement on Services yang diratifikasi dengan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 2003 tentang Pengesahan Protocol to Implement the Third Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services (Protokol Pelaksanaan Komitmen Paket Ketiga Dalam Perjanjian Di Bidang Jasa ASEAN);
  4. Protocol to Implement the Fourth Package of Commitment under the ASEAN Framework Agreement on Services yang diratifikasi dengan Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2008 tentang Pengesahan Protocol to Implement the Fourth Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services (Protokol untuk Melaksanakan Paket Komitmen Keempat dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa);
  5. Protocol to Implement the Fifth Package of Commitment under the ASEAN Framework Agreement on Services diratifikasi dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pengesahan Protocol to Implement the Fifth Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Service  (Protokol untuk Melaksanakan Paket Komitmen Kelima dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa);
  6. Protocol to Implement the Sixth Package of Commitment under the ASEAN Framework Agreement on Services yang diratifikasi dengan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2010 tentang Protocol to Implement the Sixth Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services (Protokol untuk Melaksanakan Komitmen Paket Keenam dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa);
  7. Protocol to Implement the Seventh Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services yang diratifikasi dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pengesahan Protocol to Implement the Seventh Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services (Protokol untuk Melaksanakan Komitmen Paket Ketujuh dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa); dan
  8. Protocol to Implement the Eighth Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services yang diratifikasi dengan Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2014 tentang Pengesahan Protocol to Implement the Eighth Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services (Protokol untuk Melaksanakan Komitmen Paket Kedelapan dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa).
  9. Protocol to Implement the Ninth Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services yang diratifikasi dengan Peraturan Presiden Nomor 113 tahun 2018 tentang Pengesahan Protocol to Implement the Ninth Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services (Protokol untuk Melaksanakan Komitmen Paket Kesembilan dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa).
  10. Protocol to Implement the Tenth Package of Commitments under the ASEAN Framework Agreement on Services (Protokol untuk Melaksanakan Komitmen Paket Kesepuluh dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa) pada tanggal 11 November 2018 di

AFAS Paket Kesepuluh merupakan AFAS paket terakhir dari perundingan liberalisasi perdagangan jasa di tingkat ASEAN  dan selanjutnya akan menjadi dasar dari ASEAN Trade in Services Agreement (ATISA) yang merupakan perjanjian bidang jasa yang lebih komprehensif, transparan dan predictable. Momentum ASEAN memasuki ATISA diharapkan menjadi era kebangkitan perekonomian Indonesia di era digital ekonomi.