MASYARAKAT
EKONOMI ASEAN

ASEAN Economic Community 2025

Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) dibentuk untuk mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN, yakni tercapainya wilayah ASEAN yang aman dengan tingkat dinamika pembangunan yang lebih tinggi dan terintegrasi, pengentasan masyarakat ASEAN dari kemiskinan,serta pertumbuhan ekonomi untuk mencapai kemakmuran yang merata dan berkelanjutan. Untuk itu MEA memiliki empat karakterisik utama, yaitu pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, dan kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata, serta kawasan yang terintegrasi penuh dengan ekonomi global.

5 Karakteristik Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025

Kelima karakteristik tersebut termuat dalam Cetak Biru MEA yang ditetapkan pada Pertemuan ke-38 ASEAN Economic Ministers (AEM) di Kuala Lumpur, Malaysia bulan Agustus 2006. Cetak Biru MEA memiliki sasaran dan kerangka waktu yang jelas dalam mengimplementasikan berbagai langkah serta fleksibilitas yang disepakati sebelumnya untuk mengakomodasi kepentingan seluruh negara anggota ASEAN. Selanjutnya, pada KTT ke-13 ASEAN di Singapura bulan November 2007 disepakati peta kebijakan (roadmap) untuk mencapai MEA.

Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2025 Jangka Waktu Implementasi: 2016 - 2025

Ekonomi yang Terpadu dan Terintegrasi Penuh

  • Perdagangan Barang
  • Perdagangan Jasa
  • Lingkungan Investasi
  • Integrasi Keuangan, Inklusi Keuangan, dan Stabilitas Keuangan
  • Fasilitasi Pergerakan Tenaga Kerja Terampil dan kunjungan Pelaku Usaha
  • Meningkatkan Partisipasi dalam GVC

ASEAN yang Berdaya Saing, Inovatif, Dan Dinamis

  • Kebijakan Persaingan yang Efektif
  • Perlindungan Konsumen
  • Penguatan Kerja Sama Hak Kekayaan Intelektual
  • Pertumbuhan yang didorong Produktifitas, Inovasi, Penelitian dan Pengembangan, dan Komersialisasi Teknologi.
  • Kerja Sama Perpajakan
  • Tata Kelola yang Baik
  • Peraturan yang Efektif, Efisien, Koheren dan Responsif, serta Praktik Regulasi yang Baik
  • Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
  • Megatren Global dan isu-isu Terkait Perdagangan yang mengemuka

Peningkatan Konektivitas dan Kerja Sama Sektoral

  • Transportasi
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • E-commerce
  • Energi
  • Pangan, Pertanian, dan Kehutanan
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Mineral
  • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

ASEAN yang Berdaya Tahan, Inklusif, Berorientasi Pada Rakyat, dan Berpusat Pada Rakyat

  • Memperkuat Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
  • Memperkuat Peran Sektor Swasta
  • Kemitraan Publik-Swasta
  • Mengurangi Kesenjangan Pertumbuhan
  • Kontribusi Pemangku Kepentingan Dalam Upaya Integrasi Kawasan

ASEAN yang Global

  • Pendekatan Strategis melalui kerjasama ekonomi eksternal
  • Peninjauan dan Perbaikan ASEAN FTAs and CEPs yang ada
  • Meningkatkan kemitraan ekonomi dengan Mitra Wicara non-FTA
  • Melibatkan mitra regional dan global
  • Meneruskan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral
  • Meneruskan keterlibatan dengan institusi regional dan global.
A. Ekonomi yang Terpadu dan Terintegrasi Penuh
Tujuan utama dari karakteristik ini adalah untuk memfasilitasi kelancaran pergerakan barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja terampil di ASEAN dalam rangka memperluas jejaring perdagangan dan produksi ASEAN, serta menciptakan pasar yang lebih terpadu bagi perusahaan dan konsumennya.
B. ASEAN yang Berdaya Saing, Inovatif dan Dinamis 
Tujuan dari karakteristik ini adalah memfokuskan pada elemen-elemen yang berkontribusi pada peningkatan daya saing dan produktivitas kawasan dengan (i) menerapkan tataran bermain bagi seluruh pelaku usaha melalui kebijakan persaingan yang efektif; (ii) mengembangkan penciptaan dan perlindungan pengetahuan; (iii) memperdalam partisipasi ASEAN dalam Rantai Nilai Global (GVC); dan (iv) memperkuat kerangka regulasi terkait praktek dan koherensi regulasi secara menyeluruh pada tingkat kawasan. Elemen-elemen utama dari ASEAN yang berdaya saing, inovatif dan dinamis.
C. Peningkatan Konektivitas dan Kerja Sama Sektoral
Tujuan utama karakteristik ini adalah meningkatkan konektivitas ekonomi dengan melibatkan berbagai sektor, yaitu transportasi, telekomunikasi dan energi, sejalan dan mendukung visi dan tujuan Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) dan dokumen lanjutannya, serta mengintegrasikan dan bekerjasama lebih lanjut di sektor-sektor utama yang saling melengkapi upaya yang ada menuju terciptanya kawasan ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan tujuan memaksimalkan kontribusi dalam meningkatkan daya saing ASEAN secara menyeluruh dan memperkuat jejaring keras dan lunak di kawasan.
D. ASEAN yang Berdaya Tahan, Inklusif, Berorientasi Pada Rakyat, dan Berpusat Pada Rakyat
Cetak Biru MEA 2025 berupaya untuk memperkuat karakteristik ketiga dari Cetak Biru MEA 2015 yaitu “Pembangunan Ekonomi Yang Adil” dengan memperdalam elemen-elemen yang ada dan menggabungkan elemenelemen penting lainnya.
E. ASEAN yang Global
ASEAN terus membuat kemajuan dalam mengintegrasikan kawasan dengan ekonomi global melalui FTA dan perjanjian-perjanjian Comprehensive Economic Partnership (CEP) dengan RRT, Jepang, Republik Korea, India, Australia, dan Selandia Baru. Negosiasi untuk menyelesaikan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ASEAN-Hong Kong FTA (AHKFTA) juga tengah berlangsung. FTA/CEP tersebut telah memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang terbuka dan inklusif, serta menjadi dasar bagi ASEAN untuk mempertahankan sentralitasnya dalam keterlibatan global dan regional, apabila memungkinkan. Negara anggota ASEAN juga terlibat dalam FTA dan CEP dengan mitra dagang strategis masing-masing untuk melengkapi FTA/CEP kawasan. 80. Dengan mengambil manfaat dari keterlibatan ASEAN secara global dan inisiatif integrasi ekonominya, ASEAN harus mengarahkan integrasi MEA lebih jauh ke dalam ekonomi global. Melalui keterlibatan tersebut, ASEAN berupaya untuk mendorong komplementaritas dan keuntungan bersama bagi ASEAN.

ASEAN 2025 Melangkah Maju Bersama

ASEAN Economic Community 2025

Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) dibentuk untuk mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN, yakni tercapainya wilayah ASEAN yang aman dengan tingkat dinamika pembangunan yang lebih tinggi dan terintegrasi, pengentasan masyarakat ASEAN dari kemiskinan,serta pertumbuhan ekonomi untuk mencapai kemakmuran yang merata dan berkelanjutan. Untuk itu MEA memiliki empat karakterisik utama, yaitu pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, dan kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata, serta kawasan yang terintegrasi penuh dengan ekonomi global.

5 Karakteristik Masyarakat Ekonomi ASEAN

Kelima karakteristik tersebut termuat dalam Cetak Biru MEA yang ditetapkan pada Pertemuan ke-38 ASEAN Economic Ministers (AEM) di Kuala Lumpur, Malaysia bulan Agustus 2006. Cetak Biru MEA memiliki sasaran dan kerangka waktu yang jelas dalam mengimplementasikan berbagai langkah serta fleksibilitas yang disepakati sebelumnya untuk mengakomodasi kepentingan seluruh negara anggota ASEAN. Selanjutnya, pada KTT ke-13 ASEAN di Singapura bulan November 2007 disepakati peta kebijakan (roadmap) untuk mencapai MEA.

Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2025 Jangka Waktu Implementasi: 2016 - 2025

Ekonomi yang Terpadu dan Terintegrasi Penuh

  • Perdagangan Barang
  • Perdagangan Jasa
  • Lingkungan Investasi
  • Integrasi Keuangan, Inklusi Keuangan, dan Stabilitas Keuangan
  • Fasilitasi Pergerakan Tenaga Kerja Terampil dan kunjungan Pelaku Usaha
  • Meningkatkan Partisipasi dalam GVC

ASEAN yang Berdaya Saing, Inovatif, Dan Dinamis

  • Kebijakan Persaingan yang Efektif
  • Perlindungan Konsumen
  • Penguatan Kerja Sama Hak Kekayaan Intelektual
  • Pertumbuhan yang didorong Produktifitas, Inovasi, Penelitian dan Pengembangan, dan Komersialisasi Teknologi.
  • Kerja Sama Perpajakan
  • Tata Kelola yang Baik
  • Peraturan yang Efektif, Efisien, Koheren dan Responsif, serta Praktik Regulasi yang Baik
  • Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
  • Megatren Global dan isu-isu Terkait Perdagangan yang mengemuka

Peningkatan Konektivitas dan Kerja Sama Sektoral

  • Transportasi
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • E-commerce
  • Energi
  • Pangan, Pertanian, dan Kehutanan
  • Pariwisata
  • Kesehatan
  • Mineral
  • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

ASEAN yang Berdaya Tahan, Inklusif, Berorientasi Pada Rakyat, dan Berpusat Pada Rakyat

  • Memperkuat Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
  • Memperkuat Peran Sektor Swasta
  • Kemitraan Publik-Swasta
  • Mengurangi Kesenjangan Pertumbuhan
  • Kontribusi Pemangku Kepentingan Dalam Upaya Integrasi Kawasan

ASEAN yang Global

  • Pendekatan Strategis melalui kerjasama ekonomi eksternal
  • Peninjauan dan Perbaikan ASEAN FTAs and CEPs yang ada
  • Meningkatkan kemitraan ekonomi dengan Mitra Wicara non-FTA
  • Melibatkan mitra regional dan global
  • Meneruskan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral
  • Meneruskan keterlibatan dengan institusi regional dan global.
A. Ekonomi yang Terpadu dan Terintegrasi Penuh
Tujuan utama dari karakteristik ini adalah untuk memfasilitasi kelancaran pergerakan barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja terampil di ASEAN dalam rangka memperluas jejaring perdagangan dan produksi ASEAN, serta menciptakan pasar yang lebih terpadu bagi perusahaan dan konsumennya.
B. ASEAN yang Berdaya Saing, Inovatif dan Dinamis 
Tujuan dari karakteristik ini adalah memfokuskan pada elemen-elemen yang berkontribusi pada peningkatan daya saing dan produktivitas kawasan dengan (i) menerapkan tataran bermain bagi seluruh pelaku usaha melalui kebijakan persaingan yang efektif; (ii) mengembangkan penciptaan dan perlindungan pengetahuan; (iii) memperdalam partisipasi ASEAN dalam Rantai Nilai Global (GVC); dan (iv) memperkuat kerangka regulasi terkait praktek dan koherensi regulasi secara menyeluruh pada tingkat kawasan. Elemen-elemen utama dari ASEAN yang berdaya saing, inovatif dan dinamis.
C. Peningkatan Konektivitas dan Kerja Sama Sektoral
Tujuan utama karakteristik ini adalah meningkatkan konektivitas ekonomi dengan melibatkan berbagai sektor, yaitu transportasi, telekomunikasi dan energi, sejalan dan mendukung visi dan tujuan Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) dan dokumen lanjutannya, serta mengintegrasikan dan bekerjasama lebih lanjut di sektor-sektor utama yang saling melengkapi upaya yang ada menuju terciptanya kawasan ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan tujuan memaksimalkan kontribusi dalam meningkatkan daya saing ASEAN secara menyeluruh dan memperkuat jejaring keras dan lunak di kawasan.
D. ASEAN yang Berdaya Tahan, Inklusif, Berorientasi Pada Rakyat, dan Berpusat Pada Rakyat
Cetak Biru MEA 2025 berupaya untuk memperkuat karakteristik ketiga dari Cetak Biru MEA 2015 yaitu “Pembangunan Ekonomi Yang Adil” dengan memperdalam elemen-elemen yang ada dan menggabungkan elemenelemen penting lainnya.
E. ASEAN yang Global
ASEAN terus membuat kemajuan dalam mengintegrasikan kawasan dengan ekonomi global melalui FTA dan perjanjian-perjanjian Comprehensive Economic Partnership (CEP) dengan RRT, Jepang, Republik Korea, India, Australia, dan Selandia Baru. Negosiasi untuk menyelesaikan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ASEAN-Hong Kong FTA (AHKFTA) juga tengah berlangsung. FTA/CEP tersebut telah memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang terbuka dan inklusif, serta menjadi dasar bagi ASEAN untuk mempertahankan sentralitasnya dalam keterlibatan global dan regional, apabila memungkinkan. Negara anggota ASEAN juga terlibat dalam FTA dan CEP dengan mitra dagang strategis masing-masing untuk melengkapi FTA/CEP kawasan. 80. Dengan mengambil manfaat dari keterlibatan ASEAN secara global dan inisiatif integrasi ekonominya, ASEAN harus mengarahkan integrasi MEA lebih jauh ke dalam ekonomi global. Melalui keterlibatan tersebut, ASEAN berupaya untuk mendorong komplementaritas dan keuntungan bersama bagi ASEAN.

ASEAN 2025 Melangkah Maju Bersama