Keketuaan ASEAN-Vietnam Tahun 2020, Cohesiveness & Responsiveness

Mengawali tahun 2020 pada bulan Januari 2020, negara-negara anggota ASEAN tengah berkumpul di Hanoi, Vietnam untuk menghadiri pertemuan Committee of the Whole (CoW) ASEAN dan pertemuan Senior Official masing-masing pilar, termasuk Pilar Ekonomi. Agenda besar pertemuan ini adalah pembahasan target dan deliverables di bawah kepemimpinan Vietnam 2020 yang direncanakan berjumlah 14.

Pada pidato pembukaan Keketuaan Vietnam, Perdana Menteri Vietnam H.E. Mr. Nguyen Xuan Phuc menyampaikan bahwa sebagai ketua ASEAN 2020, Vietnam melihat akan pentingnya cohesiveness and responsiveness. Menurutnya, tema ini menggambarkan pijakan bagi ASEAN untuk menegaskan sentralitas dan posisinya sebagai pasar yang besar bagi ide-ide baru, start-up yang inovatif dan kawasan tujuan yang menarik bagi investor global.

Sebagai ketua ASEAN 2020, Vietnam akan melanjutkan capaian dan usaha yang sudah dilakukan oleh ketua sebalumnya dan akan siap bekerja sama dengan sesama anggota ASEAN dalam mengidentifikasi strategi yang perlu diambil ASEAN hingga tahun 2025.

Pada pidato pembukaan ini juga, H.E. Mr. Nguyen Xuan Phuc menyampaikan pemikirannya tentang hal-hal yang perlu diperhatikan bagi ASEAN demi terciptanya ASEAN Community 2025, yaitu:

  1. Perdamaian, stabilitas, soidaritas, persatuan, kesejahteraan dan keberlanjutan akan tetap menjadi tujuan, identitas dan capaian bagi komunitas ASEAN. Nilai-nilai ini menjadi landasan bagi ASEAN dalam berdialog dan bekerjasama di level internasional.
  2. Komunitas ASEAN harus menumbuhkan keterhubungan yang baik dan memperdalam integrasi baik di dalam maupun luar Kawasan sebagai basis inovasi, stabilitas dan pertumbuhan pengaruh Revolusi Industri atas kehidupan sosal dan ekonomi selurh komunitas.
  3. Komunitas ASEAN semakin tengguh melalui respon dan adaptasi perubahan iklim yang efektif serta manajemen yang baik terhadap penanggulangan bencana, polusi dan sampah plastic. Hal ini menjadikan ASEAN seagai tempat yang baik dan kesejahteraan social yang kuat.
  4. Perjanjian-perjanjian fundamental memungkinkan ASEAN untuk lebih bijaksana, efektif dan kuat sebagai sebuah komunitas.
  5. ASEAN harus mampu think Community, act Community, and share the Community values karena tidak ada ikatan yang kuat selain mempersatukan hati kita.

Sebagai ketua ASEAN tahun 2020, Vietnam mengangkat tema “Cohesive and Responsive” dan didukung oleh 5 (lima) prioritas yaitu, (i) aktif berkontribusi menjaga perdamaian Kawasan sebagai Kawasan yang damai, aman dan stabil; (ii) membawa kejsejahteraan melalui integrase kawasan dan konsktivitas, meningkatkan kemampuan adaptasi ASEAN terhadap Revolusi Industri; (iii) Meningkatkan kesadaran sebagai Komunitas dan identitas ASEAN; (iv) Memperkuat kerjasama bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan dan mempromosikan cara kerja dan kontribusi ASEAN pada komunitas internasional; dan (v) meningkatkan kapasitas dan efektivitas operasional ASEAN.

Pada kesempatan pertemuan kali ini juga akan dibahas ASEAN Priority Economic Deliverables (PED) 2020 atau capaian Prioritas di pilar Ekonomi. Sebagai informasi bahwa saat ini Vietnam Mengajukan 14 PED yaitu :

  1. ASEAN Digital Integration Index.
  2. Energy transition towards sustainable development.
  3. Formation of an ASEAN Statistical Information System on Sustainable Development.
  4. Development of Roadmap and Action Plan to Promote Smart Manufacturing Development In ASEAN Member States.
  5. Promoting Regional Payment Connectivity
  6. Developing ASEAN Guidelines for 5G Ecosystem Development in ASEAN.
  7. Lowering mobile roaming charges (IMR) toward a flat ASEAN
  8. Implementation of ASEAN Framework Agreement on Multimodal Transport (AFAMT) in 2020.
  9. Final Conclusion and Signing of the
  10. Strengthening the implementation of the AEC Blueprint 2025.
  11. Development of a Roadmap on Combating Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing in ASEAN Region (2020-2025).
  12. Report on Promoting Sustainable Financing in ASEAN
  13. Connecting Innovation Centers in ASEAN.
  14. Developing New ASEAN Integrated Food Security Framework (AIFS), Strategic Plan of Action for Food Security (SPA-FS) 2021-2025

 

Usulan 14 (empat belas) Deliverables ASEAN tahun 2020 ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Negara ASEAN lainnya, termasuk Indonesia dalam mencapai intergrasi ekonomi ASEAN yang lebih mendalam dan komprehensif menuju ASEAN yang makmur bersama di tahun 2025.