Usulan Priority Deliverables Economic Menko Perekonomian untuk Keketuaan ASEAN – Indonesia 2023

Jakarta, 21 November 2019 – Bertempat di ruang Rapat lt 4 Gedung III Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, telah dilaksanakan Focus Group Discussion “Peluang dan Tantangan Konsepsi Keketuaan ASEAN bagi Indonesia dalam Koridor Visi Misi Indonesia Maju 2019-2024”. Acara ini merupakan inisiatif dari Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Sekretariat Kabinet sebagai forum untuk menghimpun pandangan dan masukan terkait dengan tantangan dan permasalahan dalam ASEAN selama ini.  Selain itu acara ini bertujuan untuk mencari peluang guna menjalankan fungsi Keketuaan ASEAN yang baik sehingga didapatkan hasil konkrit konsep dari Indonesia bagi ASEAN yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, pelaku usaha, dan Negara.

Kegiatan FGD ini dibuka dan dimoderatori oleh Bapak Johar Arifin selaku Asisten Deputi Bidang Hubungan Internasional, Sekretariat Kabinet. Beberapa Narasumber yang hadir adalah: 1) Dr. Ir. Rizal Affandi Lukman selaku Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kemenko Perekonomian, 2) Jose Antonio Morato Tavares, Dirjen Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri, 3) Angel Damayanti, Ph.D, Dekan FISIP Universitas Kristen Indonesia, 4) Dr. Drs. Yohan, M.Si, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Kemenko PMK.

Bapak Rizal Affandi Lukman selaku Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional menyampaikan paparannya dengan judul “Persiapan Keketuaan ASEAN Indonesia 2023 Pilar Ekonomi dalam Koridor Visi dan Misi Indonesia Maju 2019-2024”.  Dalam paparannya, disebutkan beberapa prioritas Indonesia dalam Keketuaan pada Tahun 2011 dan Keketuaan Thailand tahun 2019. 3 program prioritas Indonesia pada masa keketuaan Tahun 2011 adalah Memastikan kemajuan yang signifikan dalam pencapaian komunitas ASEAN 2015, Memastikan terpeliharanya tatanan dan situasi di kawasan yang kondusif bagi upaya pembangunan, dan Menggulirkan pembahasan mengenai perlunya visi “ASEAN Pasca -2015” yaitu peran masyarakat ASEAN dalam masyarakat dunia (ASEAN Community in a Global Community Nations). Sedangkan pada tahun 2019 dalam Keketuaan Thailand prioritasnya dibagi menjadi 4 Industrial Revolution, Enhance ASEAN’s Connectivity through Trade, Investment, and Tourism, Enable Sustainable Economic Development in ASEAN.

Selain membandingkan prioritas Keketuaan Indonesia tahun 2011 dan Keketuaan Thailand 2019, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional juga menyebutkan isu isu dalam kerja sama Internasional yang ada dalam G20, WTO, dan APEC. Dari analisis yang telah dilakukan terdapat benang merah isu isu pada berbagai fora internasional, dalam paparan disebutkan bahwa isu isu yang ada tidak lepas dari tema Revolusi Industri 4.0, Sustainability , dan Multilateralisme sehingga didapatkan beberapa usulan deliverables yang dapat digunakan dalam menyambut Keketuaan ASEAN 2023.

Pada akhir paparannya Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kemenko Perekonomian menyampaikan harapan dengan persiapan se-awal mungkin pada keketuaan ASEAN 2023 diharapkan kepentingan Nasional dapat terakomodir pada level ASEAN.