Perdagangan Barang (ATIGA)

Perdagangan Jasa

Investasi

Konektivitas

Tenaga Kerja Profesional

APA ITU AEC COUNCIL INDONESIA/DEWAN MEA?

Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) adalah kerja sama integrasi ekonomi antarnegara-negara ASEAN yang memungkinkan perdagangan bebas produk dan jasa antara anggotanya. MEA bertujuan mewujudkan kestabilan ekonomi di wilayah Asia Tenggara dan mendorong daya saing negara-negara anggotanya di perekonomian global.

Dewan MEA Indonesia dibentuk pada tahun 2007 dengan tugas utama mengkoordinasikan kerja pemerintah pada 9 sektor MEA — ekonomi; keuangan; pertanian, kehutanan, & perikanan; energi; sumber daya mineral; sains & teknologi; teknologi informasi & komunikasi; transportasi; dan pariwisata.

Parade ASEAN 50

Minggu, 27 Agustus 2017 - Kemenko Perekonomian selaku AEC Council Indonesia ikut berpartisipasi dalam Parade ASEAN 50 memperingati Perayaan Ulang Tahun ASEAN ke-50 yang diprakarsai oleh Sekretariat Nasional ASEAN-Indonesia. Seluruh jajaran pemerintahan baik dari Kementerian, TNI, POLRI, maupun komunitas kesenian dari seluruh daerah turut meramaikan kegiatan ini. Rute dimulai dari Monumen Nasional dan berakhir di Jl. Imam Bonjol, Jakarta. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan awareness masyarakat tentang keanggotaan Indonesia di ASEAN dan memanfaatkan momentum Jakarta sebagai markas ASEAN.

ASEAN 2030

Toward a Borderless
Economic Community

Konektivitas

Konektivitas ASEAN diwujudkan melalui Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2010 dan 2025. ASEAN Connectivity merupakan program kerjasama antara ne...
Read More

Investasi

Perjanjian Investasi Komprehensif ASEAN (ACIA) adalah instrumen ekonomi utama ASEAN untuk mewujudkan rezim investasi yang bebas dan terbuka. ACIA, seb...
Read More
Load More
Fail to load posts. Try to refresh page.
Perdagangan Barang (ATIGA)
Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN (asean Trade in Goods/ATIGA) bertujuan untuk mencapai arus barang bebas di kawasan ini sehingga mengurangi hambatan perdagangan dan hubungan ekonomi yang lebih dalam di antara Negara-negara Anggota, biaya bisnis yang lebih rendah, peningkatan perdagangan, dan pasar yang lebih besar dan skala ekonomi untuk bisnis. Melalui ATIGA, Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand telah menghilangkan bea impor intra-ASEAN pada 99,65 persen dari jalur tarif mereka. Kamboja, Laos, Myanmar, dan Viet Nam telah mengurangi bea impor mereka menjadi 0-5 persen pada 98,86 persen dari garis tarif mereka. Hari ini, fokus diberikan untuk mengatasi tindakan non-tarif yang dapat memiliki efek penghalang non-tarif pada perdagangan dan kegiatan bisnis di kawasan itu. 
Perdagangan Jasa
Perjanjian Perdagangan Jasa ASEAN (ASEAN Trade in Servics/ATISA) ditargetkan ditandatangani pada akhir tahun 2018, bertujuan untuk memperdalam dan memperluas integrasi sektor jasa di ASEAN. ATISA merupakan perluasan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) yang pada tahun 2018 telah melakukan penyelesaian putaran ke sepuluh (putaran terakhir).
AFAS di sahkan pada tanggal 15 Desember 1995 di Bangkok, Thailand. Perdagangan jasa ASEAN mengkiuti kesepakatan dalam General Agreement Trade on Services (GATS) yaitu:
  • Mode 1: cross border,
  • Mode 2: cosumption abroad,
  • Mode 3: commercial presence,
  • Mode 4: movement of natural person.
Investasi
Perjanjian Investasi Komprehensif ASEAN (ACIA) adalah instrumen ekonomi utama ASEAN untuk mewujudkan rezim investasi yang bebas dan terbuka. ACIA, sebagai salah satu instrumen ekonomi untuk mewujudkan integrasi ekonomi regional, bertujuan untuk menciptakan lingkungan investasi yang liberal, fasilitatif, transparan dan kompetitif di ASEAN.

Penandatangan Perjanjian Investasi ASEAN (ACIA) dengan maksud untuk menciptakan lingkungan investasi yang terbuka dan transparan sejalan dengan integrasi ekonomi ASEAN.

Perjanjian investasi ASEAN bertujuan untuk Promosi dan Perlindungan Investasi. ACIA mulai berlaku pada 29 Maret 2012. 
Konektivitas
Konektivitas ASEAN diwujudkan melalui Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2010 dan 2025. ASEAN Connectivity merupakan program kerjasama antara negara-negara ASEAN dengan membangun keterhubungan transportasi dan infrastruktur antara negara-negara Asia Tenggara guna mewujudkan ASEAN Community. ASEAN Connectivity ada untuk pengembangan infrastruktur, kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat.

Tujuan utama ASEAN Connectivity adalah menjadikan kawasan Asia Tenggara lebih mampu bersaing di lingkungan global. Landasan dasar pengembangan ASEAN Connectivity adalah Master Plan ASEAN Connectivity (MPAC)
Tenaga Kerja Profesional
Mutual Recognation Arrangement (MRA) merupakan pengakuan kompetensi tenaga kerja profesional di ASEAN. Terdapat 8 (delapan) profesi MRA yaitu:
Insinyur,
Arsitek,
Dokter, 
Dokter Gigi,
Perawat,
Akuntan, 
Tenaga Pariwisata,
Tenaga Surveyor.
Sampai dengan tahun 2018 sudah 4 MRA yang terimplementasi adalah: Insinyur, Arsitek, Akuntan & Tenaga Pariwisata. Melalui sertifikasi MRA, maka pengakuan atas profesi tenaga kerja profesional tersebut cukup dilakukan dinegara masing-masing. MRA akan memberikan peluang besar bagi tenaga kerja profesional Indonesia untuk merambah ke negara –negara anggota ASEAN

APA ITU AEC COUNCIL INDONESIA/DEWAN MEA?

Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) adalah kerja sama integrasi ekonomi antarnegara-negara ASEAN yang memungkinkan perdagangan bebas produk dan jasa antara anggotanya. MEA bertujuan mewujudkan kestabilan ekonomi di wilayah Asia Tenggara dan mendorong daya saing negara-negara anggotanya di perekonomian global.

Dewan MEA Indonesia dibentuk pada tahun 2007 dengan tugas utama mengkoordinasikan kerja pemerintah pada 9 sektor MEA — ekonomi; keuangan; pertanian, kehutanan, & perikanan; energi; sumber daya mineral; sains & teknologi; teknologi informasi & komunikasi; transportasi; dan pariwisata.

PARADE ASEAN 50

Minggu, 27 Agustus 2017 - Kemenko Perekonomian selaku AEC Council Indonesia ikut berpartisipasi dalam Parade ASEAN 50 memperingati Perayaan Ulang Tahun ASEAN ke-50 yang diprakarsai oleh Sekretariat Nasional ASEAN-Indonesia. Seluruh jajaran pemerintahan baik dari Kementerian, TNI, POLRI, maupun komunitas kesenian dari seluruh daerah turut meramaikan kegiatan ini. Rute dimulai dari Monumen Nasional dan berakhir di Jl. Imam Bonjol, Jakarta. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan awareness masyarakat tentang keanggotaan Indonesia di ASEAN dan memanfaatkan momentum Jakarta sebagai markas ASEAN.

ASEAN 2030

Toward a Borderless
Economic Community
Load More
Fail to load posts. Try to refresh page.